Prinsip Ergonomi

Ergonomi dapat digunakan dalam menelaah sistem manusia dan produksi yang kompleks. Hal ini berlaku baik dalam industri maupun sektor informal. Dengan mengetahuai prinsip ergonomi tersebut dapat ditentukan pekerjaan apa yang sesuai bagi tenaga kera atau konstruksi alat seperti apa yang layak digunakan agar mengurangi kemungkinan keluhan dan menunjang produktivitas.

Penerapan ergonomi dapat dilakukan melalui dua pendekatan (Kroemer and Grandjien, 1997, Yaitu :

1. Pendekatan kuratif

Pendekatan ini dilakukan pada suatu proses yang sudah atau sedang berlangsung. Kegiatan berupa intervensi, modifikasi atau perbaikan dari proses yang telah berjalan. Sasaran dari kegiatan ini adalah kondisi kerja dan lingkungan kerja. Dalam pelaksanaannya terkait dengan tenaga kerja dan proses kerja yang sedang berlangsung.

2. Pendekatan konseptual

Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan sistem dan akan sangat efektif dan efisien jika dilakukan pada saat perencanaan. Jika terkait dengan teknologi, sejak proses pemeliharaan dan alih teknologi, prinsip-prinsip ergnomi telah diterapkan. Penerapannya bersama-sama dengan kajian lain, misalnya kajian tenis, ekonom, sosial budaya dan lingkungan. Pendekatan holistik ini dikenal dengan pendekatan Teknolog Tepat Guna.