Gizi Kerja untuk Menunjang Produktivitas

Dalam kondisi perkembangan pembangunan ke arah industrialasasi dan persaingan  pasar yang semakin ketat, sangat diperlukan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Searah dengan hal tersebut, kebijakan pembangunan di bidang kesehatan ditujukan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat tenaga kerja. Tenaga kerja memiliki peranan dan kedudukan yang sangat pentingsebagai pelaku dan tujuan pembangunan, karena dituntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai produktivitas yang tinggi. Tenaga kerja yang demikian mampu meningkatkan kesejahteraan dan daya saing di era globalisasi.

Di era globalisasi dan pasar bebas AFTA 2003, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu persayaratan yang di tetepkan dalam hubungan antarnegara yang harus dipenuhi oleh seluruh anggota, termasuk indonsia. Beban ina sangat besar, mengigat status kesehatan dan gizi tenaga kerja umumnya kurang memperoleh perhatian, sehingga berakibat menurunkan produktivitas kerja serta ongkos produksi yang kurang efisien. Di samping itu, gizi kerja yang kurang memandai  berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja bagi tenga kerja yang berisiko. Sebab upaya meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja harus meliputi upaya paripurna, yaitu peningkatan (promotif), pencegah (preventif), pengobatan (kuratif), dan emulihan (rebabilitatif). Salah satu upaya penting dalam upaya promotif adalah penyelenggaraan gizi kerja.